PSBB Gorontalo Disetujui, Minimarket-Pasar Tetap Buka


GORONTALO — Usulan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 di Gorontalo, disetujui Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, (28/4). Penetapan PSBB Gorontalo dituangkan dalam keputusan menteri kesehatan RI, nomor HK.01.07/Menkes/279/2020 tertanggal Selasa 28 April 2019.

Kemenkes menilai, terjadi peningkatan dan penyebaran covid-19 yang signifikan di Gorontalo termasuk adanya kejadian transmisi lokal. Hingga kemarin, kasus positif Covid-19 di Gorontalo mencapai 15 orang.

Di Sulawesi, daerah dengan kasus positif terbanyak berada di Sulawesi Selatan dengan 440 kasus. Sulawesi Selatan telah menerapkan PSBB lebih awal, khusus di Kota Makassar. “Menetapkan pembatasan sosial berskala besar di wilayah Provinsi Gorontalo dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid19),”bunyi Surat Keputusan Menkes. SK tersebut mewajibkan Pemprov Gorontalo melaksanakan SPBB dengan mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku.

“10 menit setelah wawancara dengan TV One, saya dapat WA dari Pak Menkes Terawan bahwa PSBB Gorontalo disetujui,” ucap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, tadi malam. Rusli belum menyebutkan kebijakan apa saja yang akan diterapkan nanti pada PSBB Gorontalo.

Ia mengaku belum mempelajari seutuhnya SK Menkes tentang PSBB. “Besok (hari ini,red) kami akan koordinasikan dengan semua pihak termasuk TNI, Polri untuk langkah-langkah selanjutnya. Kalau ini sudah diterapkan, saya minta TNI Polri untuk tegas menindak warga yang tidak patuh,” terang Rusli Habibie.

Jika mengacu Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 9 tahun 2020, tentang pedoman PSBB, maka terdapat enam poin pelaksanaan PSBB, seperti peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial, pembatasan moda transportasi dan pembatasan kegiatan lainya terkait aspek pertahanan keamanan.

Dalam Permenkes tersebut, juga terdapat beberapa pengecualian, seperti peliburan tempat kerja. Ada beberapa kantor atau tempat kerja yang memang tidak bisa ditutup, seperti terkait pertahanan dan keamanan, misalnya kantor Polisi dan TNI, pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, layanan bahan bakar minya dan gas, dan kantor perekonomian dan perbankan, termasuk layanan logistik. Sementara itu, pembatasan di tempat atau fasilitas umum, dilaksanakan dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak.

Pembatasan itu, dikecualikan untuk, supermarket, minimarket, pasar dan toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis. Artinya, jika merujuk ketentuan itu, pasar dan minimarket tetap buka. Di daerah-daerah lain yang telah menerapkan PSBB, aktivitas pasar juga tetap dibuka, kendati jam operasionalnya yang dibatasi, termasuk aktivitas antara pedagang dan konsumen juga diberi jarak.

TUTUP TOTAL PINTU MASUK

Salah satu poin utama usulan PSBB Gorontalo adalah menutup seluruh pintu masuk dan keluar Gorontalo, baik melalui darat, udara dan luat. Yang boleh masuk hanya kenderaan pengangkut logistik dan kebutuhan medis.

“Poin penting dalam PSBB ini adalah penutupan total seluruh perbatasan dan membatasi aktivitas warga dari pukul 6 pagi hingga 5 sore. Di atas jam 5 sore, sudah tidak ada lagi warga yang berkeliaran ke luar rumah,” ungkap Rusli Habibie dikediamanya, tadi malam.

Selama ini, pembatasan di pintu masuk Gorontalo telah diberlakukan, misalnya dengan memberlakukan sistem buka tutup pada jalur daarat, namun Rusli melihat hal itu belum efektif, sebab ternyata masih banyak warga yang hilirmudik di wilayah perbatasan. Begitu pun dengan bandara dan pelabuhan. Beruntung ada larangan mudik dari Presiden Joko Widodo, sehingga seluruh penerbangan domestik ditutup.

Gubernur Rusli Habibie meminta kepada seluruh warga Gorontalo untuk mendukung PSBB ini dengan cara mematuhi segala aturan yang ada dalam PSBB. Khusus kendaraan, yang diperbolehkan masuk hanya pengangkut logistik. “PSBB ini bertujuan untuk memutus mata rantai Covid – 19. Besar harapan saya masyarakat mendukungnya dengan cara tidak menyalahi aturan – aturan yang kami tetapkan,” pungkas Rusli Habibie.

Sebelumnya, Rusli mengaku kecewa, sebab usulan pertama PSBB ditolak Menkes Terawan Agus Putranto. Alasanya, tingkat kasus positif di Gorontalo sangat sedikit dan jumlah yang meninggal juga sedikit. Alasan itu membaut Rusli Habibie bereaksi. Ia bahkan mengancam membuat aturan sendiri, jika PSBB kedua tetap ditolak Menteri Kesehatan. (tro)

Social profiles